Selasa, 29 Mei 2012

Pendapatan Nasional


A.  DEFINISI PENDAPATAN NASIONAL
     
     Pendapatan nasional adalah jumlah pendekatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.

B. KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
·                      Produk Domestik Bruto (GDP) 
     Merupakan jumlah produk barang dan jasa yang di hasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang di hasilkan oleh perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan.Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum di perhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang di dapatkankan dari GDP di anggap bersifat Bruto / kotor.
·                     Produk Nasional Bruto (PNB)
     PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang di hasilkan oleh penduduk suatu negara selama satu tahun, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang di hasilkan oleh warga yang berada diluar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
·                     Pendapatan Nasional Neto (PNN)
     PNN adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang di terima oleh masyarakat sebagai faktor pemilik faktor produksi. Besarnya PNN dapat di peroleh dari NNP di kurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah,dll.
·                     Pendapatan Perseorangan (PP)
     Merupakan jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.Pendekatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer. Transfer Payment adalah penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan di ambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu.
·                     Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
     Merupakan pendapatan yang siap untuk di manfaatkan guna untuk membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang di salurkan menjadi investasi. DI ini di peroleh dari PP dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung adalah pajak yang bebannya tidak dapat di alihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung di tanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

     

Struktur Pasar



  Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja dan kemauan untuk membelanjakannya.  Pasar dapat juga di artikan suatu tempat atau interaksi antara pembeli dan penjual dari suatu barang /  jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang di perdagangkan. Aktivitas usaha yang dilakukan di pasar pada dasarnya melibatkan dua subyek pokok, yaitu produsen dan konsumen.
     Struktur pasar adalah penggolongan pasar berdasarkan strukturnya. 

     Secara sederhana pasar dapat dikelompokkan menjadi :
1. Menurut segi fisiknya, pasar dapat dibagi menjadi beberapa macam :
·                     Pasar Tradisional
·                     Pasar Raya
·                     Pasar abstrak
·                     Pasar konkrit
·                     Toko swalayan
·                     Toko serba ada (toserba)
2. Menurut segi jenis barang yang dijual,pasar dapat dibagi menjadi beberapa macam :
·                     Pasar ikan
·                     Pasar buah-buahan
·                     Pasar sayuran
·                     Pasar barang elektronik
·                     Pasar barang perhiasan
·                     Pasar bahan bangunan
·                     bursa efek dan saham
     Struktur Pasar Dapat dibagi menjadi :
1.            Pasar Persaingan Sempurna (perfect competition)
     Pasar persaingan sempurna adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak sekali dan produk yang dijual bersifat homogen.
     Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker).Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen,dan tidak dapat di bedakan. Semua produk terlihat identik.

     Ciri-ciri pokok dari pasar persaingan sempurna :
1. Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak
2. Produk barang / jasa yang di perdagangkan serba sama (homogen)
3. Konsumen memahami sepenuhnya keadaan pasar
4. Tidak hambatan untuk keluar / masuk bagi setiap penjual
5. Pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentuka harga
6. Penjual atau produsen hanya berperan sebagai Price taker (pengambil harga).

   2.   Pasar Persaingan tidak sempurna
·                     Pasar Monopoli
     Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran dimana hanya ada satu penjual / produsen yang berhadapan dengan banyak konsumen / pembeli.
     
     Ciri-ciri pasar monopoli adalah :
1.            Hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran
2.            Tidak ada barang pengganti / substitusi yang mirip 
3.            Produsen memiliki kekuatan untuk menentukan harga
4.            Tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berupa keunggulan perusahaan.
·                     Pasar Oligopoli
     Pasar Oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran, dimana terdapat beberapa penjual yang menguasai seluruh permintaan pasar. 
     
     Ciri-ciri pasar oligopoli adalah:
1.            Terdapat beberapa penjual yang menguasai pasar
2.            Barang yang di perjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak, seperti air minum aqua.
3.            Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.
4.            Satu di antaranya para oligopolis merupakan price leader yaitu penjual yang memiliki  / pangsa  pasar  yang terbesar. Penjual ini mempunyai kekuatan yang besar untuk menetapkan harga dan para penjual lainnya harus mengikuti harga tersebut. Contohnya: semen, air mineral, dll.
·                     Pasar Duopoli 
     Pasar Duopoli adalah Suatu pasar dimana penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh dua perusahaan.
·                     Pasar Monopolistik
     Pasar Monopolistik adalah Suatu bentuk interaksi antara penawaran dan permintaan dimana terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan barang yang sama. Pasar monopolistik merupakan pasar yang memiliki sifat monopoli pada spefisikasi barangnya. Sedangkan unsur persaingan pada banyak penjual produk yang sejenis.
     
    Ciri-ciri pasar monopolistik :
1.            Terdapat banyak produsen yang berkecimpung di  pasar
2.            barang yang di perjual belikan merupakan batang yang mempunyai corak yang berbeda.
3.            Untuk memenangkan persaingan setiap produsen aktif melakukan iklan.
4.            Keluar masuk pasar produk relatif lebih mudah.
·                     Pasar monopsoni
     Pasar Monopsoni  dilihat dari segi permintaan atau pembelinya. Dalam hal ini pembeli memiliki kekuatan dalam menentukan harga. 
     Dalam pengertian ini, pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran dimana permintaannya hanya satu perusahaan.

Ongkos Dan Penerimaan


A. DEFINISI ONGKOS
   
     Ongkos adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang di hasilkan. Ongkos Produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output.
     Macam-macam ongkos sebagai berikut:
1.            Total Fixed Cost (Ongkos Total Tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh : penyusutan, sewa,dll.
2.            Total Variable Cost (Ongkos Variabel Total) adalah jumlah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh : ongkos bahan mentah, tenaga kerja, dll.
3.            Total Cost (Ongkos Tetap) adalah penjumlahan antara ongkos tetap total dengan ongkos variabel total. TC = TFC + TVC.
4.            Averege Fixed Cost (Ongkos Variabel Rata-rata) adalah ongkos tetap yang dibebankan untuk setiap unit output. TFC, TVC = Q = tingkat output.
5.            Averege Fixed Cost (Ongkos Total Rata-rata) adalah ongkos variabel yang di bebankan untuk setiap unit output.
6.            Averege Total Cost (Ongkos total rata-rata) adalah ongkos produksi yang di bebankan untuk setiap satu unit output.
7.            Marginal Cost (Ongkos marginal) adalah tambah atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.
     Ongkos Produksi dibedakan menjadi :
·                     Ongkos Produksi Jangka Pendek
     Dalam ongkos produksi jangka pendek perusahaan sudah mempunyai peralatan untuk produksi seperti mesin, gedung dan tanah. Masalah yang perlu diperhatikan adalah masalah kebijaksanaan bahan baku, tenaga kerja dan lain-lain yang merupakan ongkos variabel.Jadi dalam ongkos produksi jangka pendek ini terdapat ongkos tetap dan ongkos variabel.
·                     Ongkos Produksi Jangka Panjang
     Dalam ongkos produksi jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua faktor produksi sehingga tidak ada ongkos tetap dalam jangka panjang. Semua pengeluaran merupakan ongkos variabel.

B. DEFINISI PENERIMAAN

     Penerimaan adalah segala penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya. 

     Macan-macam penerimaan sebagai berikut :
1.            Total penerimaan (Total Revenue), Total revenue biasa di singkat TR atau juga bisa disebut dengan total penerimaan yaitu penerimaan dari hasil penjualan.
2.            Penerimaan rata-rata (Averege total revenue) yang di singkat AR atau yang lebih dikenal sebagai penerimaan rata-rata yaitu adalah rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang di jual atau yang di hasilkan, dan yang diperoleh dengan jalan yang membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang di jual.
3.            Penerimaan Marginal (Marginal Revenue) yang di singkat MR ata bisa disebut dengan penerimaan marginal adalah suatu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output.
C. KEUNTUNGAN MAXIMUM
1.            Permintaan dan hasil penjualan di dalam menganalisis usaha sesuatu perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan ada dua hal yang harus di perhatikan yaitu: Biaya produksi yang di keluarkan perusahaan, dan Hasil penjualan dari barang yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.
2.            Permintaan pasar dan perusahaan
3.            Hasil penjualan marginal, rata-rata dan total terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu: 
          - Hasil penjualan rata-rata
          - Hasil penjualan marginal
          - Hasil penjualan total
         
     Syarat pemaksimuman keuntungan jangka pendek dari pemaksimuman keuntungan di dalam jangka pendek adalah pemaksimuman untung oleh suatu perusahaan dapat di terangkan dengan dua cara, yaitu :
     - Membandingkan hasil penjualan total dengan  biaya total
     - Menunjukkan keadaan dimana hasil penjualan marginal sama dengan biaya marginal.


Metodologi Ekonomi


A. DEFINISI DAN METODOLOGI EKONOMI     Kata  Economy berasal dari bahasa Yunani yang mengandung arti "one who manages the household ". Arti ini secara literal berasal dari dua suku kata yang selama ini kita pahami, yaitu oicos dan nomos. Sedangkan  ilmu ekonomi  atau ekonomica adalah ilmu yang mempelajari rumah tangga tersebut.     Metodologi ekonomi adalah ilmu yang mempelajari metode, umumnya metode ilmiah yang berhubungan dengan ekonomi, termasuk prinsip tentang perkembangan ekonomi. Istilah " metodologi " juga umum meskipun salah dan digunakan sebagai sinonim dari " metode ".     Metodologi ekonomi sering disebut sebagai " the queen of social sciences ", ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Timbergen pada masa setelah perang dunia II merupakan salah satu pelopor ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model general equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini semua berkembang pesat hingga hampir semua makalah sekarang menggunakan salah satu dari keduanya untuk analisisnya. Di pihak lain, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama di dorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.B. MASALAH POKOK EKONOMI     Masalah pokok ekonomi ada tiga (3), yaitu:
  • PRODUKSI,
     menyangkut masalah usaha atau kegiatan mencipta atau menambah kegunaan suatu benda.
  • KONSUMSI
    , menyangkut kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda.
  • DISTRIBUSI
    , menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen dari konsumen.
     Pokok masalah tadi diperluas oleh aliran ekonomi modern yaitu:
  • (WHAT) Apa dan berapa?
     Masalah ini menyangkut persoalan jenis dan jumlah barang / jasa yang perlu diproduksi agar agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Contohnya:- apakah bahan makanan yang dipilih?- apakah pakaian,tempat tinggal atau jasa lain?- berapa banyak barang tersebut diproduksi?
  • (HOW) Bagaimana?
     Setelah jenis dan jumlah barang dipilih, persoalan yang harus dipecahkan adalah:- Bagaimana barang tersebut dipecahkan?- Siapa yang memproduksi sumber daya yang dibutuhkan?- Teknologi apa yang dibutuhkan?
  • (FORWHOM) Untuk siapa?
     Setelah pemecahan persoalan bagaimana memproduksi lebih lanjut adalah :- Untuk siapa barang tersebut diproduksi?- Siapa yang menikmati?     Untuk memecahkan masalah tersebut, masyarakat melakukan beberapa hal berikut :
  1. Tradisi dan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat primitif
  1. Insting yang biasa oleh binatang
  1. Perintah yang dilakukan oleh masyarakat yang mana diktator berkuasa
  1. Mekanisme  harga yaitu suatu proses yang terjadi di masyarakat dimana terjadi gaya tarik menarik antara produsen dan konsumen di pasar input maupun output.

C. PENGARUH MEKANISME HARGA     Krisis finansial global yang terjadi sejak akhir tahun 2007telah mengakibatkan perlambatan ekonomi global secara bertahap. Diperkirakan daya beli masyarakat menurun. Banyak pihak yang mengatakan bahwa krisis hanya terjadi pada negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Namun perlu diingat bahwa sebagian negara yang kekuatan pasarnya sedang tumbuh (energing market) menguasai 60% pangsa pasar ekspor ke Amerika Serikat dan negara-negara maju. Karena itu, jika terjadi penurunan permintaan, pasti akan berdampak pada permintaan barang-barang dari negara yang sedang tumbuh (emerging countries). Tentu hal ini akan berakibat pada menurunnya kinerja berbagai sektor usaha, khususnya industri.     Harapan untuk segera terlepas dari himpitan krisis ekonomi yang terjadi sejak akhir tahun 2007 nampaknya bukan merupakan sesuatu yang berlebihan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator ekonomi, seperti tingkat suku bunga perbankan yang terus menurun, meningkatnya suku bunga SBI, inflasi yang semakin terkendali serta transaksi di bursa efek yang semakin bergairah. Kondisi tersebut setidaknya dapat ditangkap sebagai sinyal bahwa indonesia sudah memasuki tahap recovery atau kebangkitan. Memang masih banyak faktor lain yang mempengaruhi sekaligus menentukan tingkat prosentase pemulihan ekonomi dan tingkat suku bunga bank, inflasi serta kondisi bursa efek pada umumnya dapat dijadikan barometer.
D. SISTEM PEREKONOMIAN
     Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan negara yang dimilikinya baik terhadap individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya dan bagaimana cara sistem ekonomi tersebut mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki faktor produksi. Sementara dari sistem lainnya, semua faktor tersebut dipegang oleh pemerintah.Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada diantara dua sistem ekstrem tersebut.      Selain faktor produksi,sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor produksi dan alokasi faktor produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economies), pasarlah yang mengatur faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui permintaan dan penawaran.
  • Perekonomian Terencana (planned economies)
     Ada dua bentuk utama perekonomian terencana,yaitu: komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan faktor produksi. Namun, selanjutnya kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara. Ketika perekonomian indonesia dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor produksi itu kepada para buruh.      Uni soviet dan banyak negara Eropa timur lainnya yang menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietman, dan RRC yang menggunakan sistem ekonomi ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksinya. China misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.
  • Perekonomian Pasar (market economies)
     Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan dimana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan. Sebagai akibatnya, barang yang di produksinya dengan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran.
  • Perekonomian Pasar Campuran (mixed market economies)
     Perekonomian pasar campuran adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan seperti negara Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah amerika serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi.      Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk dibawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara perekonomian blok timur yang telah melakukan privitasi perubahan status perusahaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.Sumber : http://dyahratih.blogspot.com/2012_03_01_archive.html

Perilaku Produsen


A. Pengertian Produksi

      Produksi adalah konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa tidak berubah.
      Produksi juga dapat diartikan usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Dan orang yang menghasilkan barang atau jasa tersebut disebut  Produsen. Untuk dapat melakukan kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan faktor-faktor produksi. 
     Terdapat dua faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan :
  • Faktor Produksi Asli
Yang termasuk faktor produksi asli diantaranya adalah:

1. Alam 
2. Tenaga kerja
  • Faktor Produksi Turunan
Yang termasuk faktor produksi turunan :

1. Modal
2. Keahlian

B. Fungsi Produksi

     Fungsi produksi merupakan interaksi masukan (input) dan keluaran (output). Misalkan kita memproduksi jeans. Dalam fungsi produksi, jeans itu dapat diproduksi dengan berbagai macam cara. Kalau salah satu komposisinya diubah begitu saja,maka hasilnya juga akan berubah. Namun, output dapat tetap sama bila perubahan satu komposisi diubah dengan komposisi yang lain. Misalnya penurunan jumlah mesin diganti dengan penambahan tenaga kerja.
     Secara sistematis, fungsi produksi dapat ditulis sebagai berikut :

Q = f (L,R,C,T)

dimana:
Q = jumlah barang yang dihasilkan (quantity)
F = simbol persamaan (function)
L = tenaga kerja (labour)
R = kekayaan alam (resources)
C = modal (capital)
T = teknologi (tecnology)

C. Perilaku Produsen

     Sebuah usaha produksi baru bisa berjalan dengan baik bila dijalankan dengan produsen atau sering kita sebut dengan pengusahaPengusaha adalah orang yang mencari keuntungan yang menguntungkan dan mengambil resiko seperlunya untuk mengelola dan merencanakan suatu bisnis.
     Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil atau manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha untuk mencari  keuntungan, barulah sebatas pemilik suatu bisnis. Bila hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha,maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha itu lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya alam untuk memulai suatu bisnis.
    Agar berhasil,manager harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :
  • Perencanaan : Perencanaan antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis, serta visi perusahaan. Ia harus tahu apa yang ia capai bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.
  • Pengorganisasian. Semua sumber daya yang ada harus ia kelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber daya, modal, dan manusia.
  • Pengarahan. Agar rencana bisa terwujud,pengusaha wajib membimbing dan mengarahkan anak buahnya.
  • Pengendalian. Kemampuan ini dengan hubungannya bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut. Apakah sesuai dengan rencana atau tidak.
D. Produksi optimal

     Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan faktor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksi output yang lain.
  • Tingkat produksi optimal
     Tingkat produksi optimal adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan. Metode ini dapat dicapai apabila besarnya biaya persediaan dan biaya penyimpanan yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya tingkat produksi optimal akan memberikan total persediaan.
     Metode ini mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan barang jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan. Metode tersebut menggunakan asumsi sbb :
1. Barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
2. Selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
3. Selama berproduksi, besar tingkat persediaan kurang dari Q karena menggunakan selama pemenuhan.

E. Penentuan Volume Produksi yang Optimal

     Menurut Riyanto, penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variabel saja. Biaya variabel dalam persediaan pada prinsipnya dapat di golongkan sbb :
  • Biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi.
  • Biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya biaya penyimpanan.
     Biaya penyimpanan terdiri atas biaya-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi . Biaya yang termasuk biaya penyimpanan sebagai berikut :
  • Biaya fasilitas penyimpanan
  • Biaya modal
  • Biaya keusangan 
  • Biaya perhitungan fisik dan konsilasi laporan
  • Biaya asuransi persediaan
  • Biaya pajak persediaan
  • Biaya pencurian, pengrusakan, dan perampokan 
  • Biaya penanganan persediaan, dan lain-lain.